(RI) ~ Pendakwah Maulana Habiburrahman, yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, tengah menjadi perhatian publik usai sebuah potongan video viral memperlihatkan dirinya melontarkan kata-kata yang dinilai merendahkan seorang penjual es teh.
Dalam video tersebut, Gus Miftah menyebut penjual tersebut dengan sebutan “goblok” dalam sebuah acara solawatan di Lapangan Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, pada Rabu (20/11).
Ucapan tersebut memicu gelombang kritik dari netizen, yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan adab seorang tokoh agama. Admin akun resmi TikTok Gerindra turut menyinggung insiden ini dengan membagikan cuplikan pidato Prabowo Subianto yang memuji perjuangan pedagang kaki lima dalam mencari nafkah. Tak hanya komentar tajam, meme berisi empati kepada pedagang es teh pun beredar luas, menambah tekanan kepada Gus Miftah.
Sebagai respon atas kericuhan yang terjadi, Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di media sosial. Ia juga mendatangi rumah penjual es teh untuk meminta maaf secara langsung. Namun, beberapa netizen merasa permintaan maaf tersebut kurang tulus dan terkesan tidak serius.
Adab : Pilar Utama dalam Kehidupan Beragama
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya adab, yang sering disebut lebih tinggi dari ilmu. Seorang tokoh agama, khususnya yang memiliki peran dalam menjaga kerukunan umat beragama, dituntut untuk menampilkan teladan dalam tutur kata dan perilaku. Sebab, tindakan dan ucapan mereka tidak hanya menjadi cerminan pribadi, tetapi juga menjadi panutan bagi masyarakat luas.

