Ruang Intelek
  • HOME
  • SHOP
  • HOT
  • OPINI
  • POPULER
  • TEORITIK
  • TUTORIAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • SHOP
  • HOT
  • OPINI
  • POPULER
  • TEORITIK
  • TUTORIAL
No Result
View All Result
Ruang Intelek
No Result
View All Result
  • HOME
  • SHOP
  • HOT
  • OPINI
  • POPULER
  • TEORITIK
  • TUTORIAL
Home TEORITIK

Tujuan Pendidikan Menurut Tan Malaka

Pendidikan bukan untuk kerja ?

Ruang Intelek by Ruang Intelek
April 22, 2025
in TEORITIK
0

(RI) ~ Sebelum membahas mengenai pendidikan menurut Tan Malaka, saya ingin berbagi pandangan mengenai mindset masyarakat yang sering kita temui dalam kehidupan sosial. Salah satu alibi yang sering membebani kaum intelektual muda yang sedang menempuh pendidikan adalah anggapan bahwa “tujuan pendidikan adalah untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi.” Pemikiran ini tentu sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pandangan ini dibantah habis-habisan oleh seorang aktivis terkenal di Indonesia, Tan Malaka, yang dijuluki sebagai “Founding Father of Indonesia yang terlupakan.” Ia pernah menyatakan:

“Tujuan Pendidikan Itu Mempertajam Kecerdasan, Memperkukuh Keinginan, dan Memperhalus Perasaan.” – Tan Malaka

Kutipan ini seharusnya mampu melepaskan tekanan yang sering membebani mahasiswa, terutama akibat ekspektasi masyarakat terhadap pendidikan yang hanya berorientasi pada materi. Sayangnya, pernyataan ini jarang diketahui oleh masyarakat luas, sehingga mereka terus menilai pendidikan hanya dari segi ekonomi semata.

Kisah Nyata: Stigma Masyarakat Terhadap Pendidikan

Contoh nyata dapat kita lihat dari kisah seorang pemuda berinisial “R” yang berasal dari perkampungan. Ia telah menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan meraih predikat cumlaude. Namun, setelah lulus, ia bekerja sebagai guru honorer dengan gaji yang tidak seberapa.

Beberapa tetangga kemudian mencemoohnya:

  • “Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya cuma jadi guru honorer?”
  • “Udah dibiayain mahal-mahal, eh malah gajinya kecil!”

Kisah ini mencerminkan bagaimana masyarakat sering mengukur keberhasilan pendidikan dari besaran gaji yang diterima, bukan dari manfaat ilmu yang diperoleh.

Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto : Melahirkan Tokoh Reformasi

Next Post

PT. TCI Diduga Belum Melaksanakan Kewajibanya

Ruang Intelek

Ruang Intelek

Next Post
PMII Desak Disnaker Lebak Bertindak Tegas terhadap PT. TCI

PT. TCI Diduga Belum Melaksanakan Kewajibanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • About
  • Privacy Police
  • T.O.S
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

© 2025 By : Ruang Intelek

No Result
View All Result
  • HOME
  • SHOP
  • HOT
  • OPINI
  • POPULER
  • TEORITIK
  • TUTORIAL

© 2025 By : Ruang Intelek